Kamis, 27 September 2018

Our Wedding Day

Tak ada perpaduan kasih lebih indah dari pernikahan, demikian sabda baginda Nabi. (AAC) 




30 Juni 2018.
Pagi sebelum pelaksanaan akad nikah, 
"Bapak saha Ibu ingkang kula tresnani......" Kalimat yang mengawali dan mengantarkan saya meminta restu dan doa dari mama dan papa juga keberkahan yang mudah-mudahan Allah berikan kepada kita. Sambil sungkem, sekaligus sebagai pembuka rangkaian prosesi siraman dengan makna dan filosofi tersendiri. 
Ma, pa, terimakasih untuk semua cinta, doa, restu, kasih sayang dan semua yang sangat sulit jika semuanya disebut. 


30 Juni 2018 ba'da Dzuhur,
Lelaki ini menggenggam tangan papa sambil mengucapkan Ijab Qabul dengan sekali tarikan napas.
Walaupun saya tau setelah dipanggil keluar dari kamar kalau prosesi Ijab Qabul sudah selesai.
Alhamdulillah, saya sah menjadi istri dari lelaki yang memang saya nantikan sejak awal. Semoga Allah selalu menjaga kita, selalu memberikan keberkahan dan kebahagiaan untuk kita, keluarga dan orang-orang tersayang kita sayangi.


Wiwit Via Sagita Nugroho (iya ini nama laki-laki kok, penghulu pun sempet ketuker sama nama mempelai pria dan wanita hihi :D),kakak tingkat yang sudah saya kenal sejak kuliah (sama-sama kuliah geologi), yang kemana-mana seringnya bareng. Alhamdulillah, setelah penantian saya pengen nikah sejak awal bareng, kesampaian juga akhirnya.

Saya berharap, semua yang memiliki keinginan untuk menikah segera diberikan jalan oleh Allah dan bertemu jodoh terbaik ya.

And again, Thanks for coming. 
Untuk acara resepsi nanti saya sekalian sharing persiapan pernikahan kami di postingan selanjutnya. See ya! ♡

Tidak ada komentar:

Posting Komentar