Jumat, 28 September 2018

Lamaran

Sebelum lanjut postingan tentang rangkaian acara pernikahan, saya pengen cerita sedikit soal lamaran.

Saya pun ga pernah nyangka kalau ternyata di tahun 2018 saya akan menikah, karena suami (waktu itu masih calon suami sih) seringnya bilang belum siap, sayapun yang sudah legowo harus ditunda lagi malah sudah ada rencana untuk ngebolang lagi di awal tahun 2018. Alhamdulillah, ga disangka, Allah yang ketuk pintu hatinya buat segera ngelamar saya, ditambah yang awalnya dia mau sendiri datang malah orangtuanya langsung ingin ikut (padahal sebelumnya keluarga kami belum pernah bertemu), dari Bekasi ke kota kecil di Sumatera Selatan tempat saya tinggal.

Saya langsung diskusi dengan orangtua, acara lamaran akan diisi dengan acara tukar cincin, menentukan tanggal dan doa bersama. Ibu saya orang Sumatera Selatan, Ayah saya ada keturunan Jawa. Karena saya tumbuh disini, mama saya menyarankan supaya dodol wajik dan beberapa kue dibawa serta saat lamaran. Jadi, alhamdulillah tanpa terlalu banyak bikin repot suami tetep ada unsur adatnya.

15 Februari 2018
Acara lamaran ditemani keluarga dan beberapa orang tetangga, saya dan orangtua memutuskan untuk membuat acara sederhana saja.
Catering dibantu oleh satu orang yang biasa menyediakan hidangan catering kecil-kecilan.
Dekorasi di rumah saya cuma pakai paperflower dan sedikit bunga artificial dagangan mama saya (haha).
Untuk pakaian pun, saya gak memesan khusus, saya cukup beli yang sudah jadi karena saya pikir biaya akan lebih baik dialihkan untuk acara utama nantinya. (Ini cuma pendapat pribadi saya ya, teman-teman yang berbeda pendapat pasti punya alasan sendiri, karena kebutuhan masing-masing juga berbeda).

Sesudah maghrib acara dimulai di rumah, pihak keluarga suami menyampaikan maksud kedatangan, ga lama saya baru disuruh keluar kamar, lanjut acara tukar cincin, doa bersama dan terakhir makan malam bersama. Untuk penentuan tanggal pernikahan cukup dua keluarga inti yaitu calon mempelai wanita dan laki-laki serta orangtua.

Alhasil, kami punya waktu sekitar 4 bulan untuk mempersiapkan acara pernikahan.



tambahan : suami belum bawa serah-serahan yang pada umumnya dibawa oleh calon mempelai laki-laki, karena kami sudah sepakat tepat sebelum akad acara serah-serahan baru dilaksanakan.
Saya pun sebenernya kurang ngerti banyak mengenai tahapannya jika harus mengikuti adat, akhirnya memutuskan untuk membuatnya lebih sederhana karena saya dan calon suami (waktu itu) berjauhan tinggalnya.

Semoga postingan saya bermanfaat and see ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar